KONEKSI.ID
Organisasi11 indikasi

Badan Gizi Nasional (BGN)

Profil

Jenis Lembaga
Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK)
Dibentuk Via
Perpres No. 83 Tahun 2024
Anggaran 2025
Rp 71 Triliun
Kepala Badan
Dadan Hindayana
Wakil Kepala
Nanik S. Deyang
Fungsi Utama
Regulator dan pengawas distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG)

Relasi

RED FLAG

HIGHIntegrasi Vertikal Pangan Nasional

199 Koperasi Merah Putih sudah menjadi supplier SPPG MBG. Jika program berjalan penuh, Agrinas (milik yayasan Prabowo) akan mengontrol: konstruksi dapur MBG (via SPPG), distribusi bahan pangan (via KMP), dan logistik pengiriman (via motor listrik BGN Thread C + kendaraan impor India). Satu ekosistem di bawah kendali presiden mengontrol seluruh rantai pangan program sosial nasional senilai Rp71T+.

HIGHPenunjukan Langsung Tidak Wajar

BGN menggunakan penunjukan langsung untuk kontrak sistem informasi senilai Rp600 Miliar kepada Peruri.

MEDIUMPemborosan Operasional Non Prioritas

Badan Gizi Nasional mengalokasikan Rp 1,5 Miliar untuk pembelian sikat dan semir sepatu sebagai pendukung pendidikan SPPI. Pengadaan ini dinilai tidak mendesak dan tidak relevan dengan fokus utama penanganan krisi gizi nasional.

MEDIUMPagu Alat Makan Fantastis

Pengadaan 1,2 juta paket alat makan dengan pagu anggaran mencapai Rp 89,32 Miliar untuk 315 SPPG. Skala pengadaan barang konsumsi yang sangat masif di awal operasional lembaga mengindikasikan risiko inefisiensi anggaran.

HIGHProduk Baru Tidak Teruji

Motor Emmo JVX GT dan JVH Max baru didaftarkan desainnya pada Agustus–Oktober 2025 — tepat sebelum kontrak BGN. Merek Emmo baru berdiri 2021, belum memiliki track record lapangan. APBN digunakan untuk memborong 21.801 unit produk yang belum teruji.

HIGHSelf Dealing Vertikal

PT Yasa Artha Trimanunggal adalah induk dari PT Adlas Sarana Elektrik (produsen Emmo). Yasa Group menciptakan anak perusahaan untuk memproduksi motor, lalu holding yang sama memenangkan kontrak pengadaan untuk mensuplai motor itu ke BGN. Satu entitas mengontrol seluruh rantai: produksi (Adlas) + distribusi + pemenang kontrak (Yasa) = tidak ada kompetisi yang sesungguhnya. Direktur Utama dan Komisaris Utama Yasa keduanya diperiksa KPK kasus bansos Rp200 miliar.

HIGHLanjut Setelah Ditolak Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pihaknya langsung memotong anggaran BGN untuk motor listrik di 2026 setelah mengetahui pengadaan ini. Namun BGN sudah melanjutkan pengadaan dari APBN 2025 sebelum ada penghentian formal. Ini mengindikasikan BGN berjalan di luar mekanisme anggaran yang disetujui Kemenkeu.

MEDIUMHarga Tidak Transparan

BGN mengklaim harga Rp42 juta/unit — di bawah harga pasar Rp49,95–56,8 juta/unit. Center for Budget Analysis (CBA) menghitung total anggaran Rp3,2 triliun untuk 65.067 unit termasuk biaya pengiriman Rp528,9 miliar — berbeda jauh dari klaim BGN. CBA meminta Kejagung menyelidiki dugaan penyimpangan.

HIGHInsider Bgn Kelola Mitra Bgn

I Dewa Made Agung Kertha (Tenaga Ahli BGN) mendirikan Yayasan Indonesia Food Security Review yang menjadi mitra SPPG program BGN. Alfatehan Septianta (Tim Teknis BGN) juga menjadi pengurus yayasan yang sama. Staf internal regulator sekaligus berada di dalam lembaga yang mereka awasi — ini cross-reference langsung antara Thread A (BGN) dan Thread B (Yayasan SPPG).

HIGHBudget Hijacking Pendidikan

Penggunaan dana fungsi pendidikan sebesar Rp223,6 Triliun (dari Mandatory Spending 20%) untuk membiayai program MBG. Hal ini digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dinilai melanggar UU APBN dan merugikan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan murni tanpa beban biaya makan.

MEDIUMOpasitas Pengadaan

Baru 8,6% (Rp1,05 Triliun) dari total Rencana Umum Pengadaan (RUP) Badan Gizi Nasional senilai Rp12,32 Triliun yang diumumkan ke sistem SIRUP LKPP hingga April 2026. Sebagian besar pengadaan dilakukan secara tertutup atau melalui penunjukan langsung yayasan mitra.

Sumber Data Primer